9 Kriteria Backlink Berkualitas Untuk Mendapatkan Peringkat Tinggi di SERP

Dalam proses optimasi SEO sebuah website agar optimal di SERP Google, backlink adalah sebuah elemen penting yang harus dimiliki sebuah website. Backlink juga merupakan ranking factor sangat penting dari 200+ parameter yang digunakan oleh Google untuk menentukan halaman website mana yang pantas berada di halaman #1 SERP nya.

Semakin banyak backlink yang dimiliki oleh sebuah halaman website, maka semakin tinggi potensi halaman website tersebut untuk mendapatkan peringkat di halaman #1 SERP Google.

Eitss..tunggu dulu!

Namun jumlah backlink saja tidak cukup untuk membuat halaman website anda mendapatkan peringkat tinggi di SERP. Mengapa demikian?

Hal tersebut dikarenakan, Google memiliki penilaian tersendiri mengenai kualitas backlink yang mengarah ke suatu halaman website. Singkatnya, bobot nilai dari backlink berkualitas sangat berbeda dengan backlink berkualitas rendah atau bahkan tidak berkualitas.

10 backlink berkualitas tinggi kemungkinan dapat memiliki nilai lebih tinggi di mata Google, dibandingkan dengan 1000 backlink berkualitas rendah.

Pertanyaannya, bagaimana kriteria backlink berkualitas untuk membuat sebuah halaman website mendapatkan peringkat tinggi di SERP.

Pada ulasan kali ini, saya akan menjelaskan lebih mendetail mengenai kriteria backlink berkualitas ini kepada anda. Langsung saja, berikut adalah ulasan selengkapnya untuk anda.

Kriteria Backlink Berkualitas Untuk Website

Jika anda menelusuri keyword di penelusuran Google seperti kriteria backlink yang bagus, tipe backlink berkualitas dan lainnya. Saya dapat memastikan bahwa anda akan menemukan ulasan yang sama di setiap halaman website.

Kebanyakan dari halaman tersebut menyajikan informasi yang cukup lama. Oleh karena itu, saya mencoba menyajikan informasi yang lebih fresh terkait dengan kriteria backlink berkualitas ini.

Melansir informasi dari Definitive Guide 2021 yang diterbitkan oleh backlinko, disebutkan bahwa terdapat beberapa parameter yang dapat digunakan untuk menentukan kualitas dari suatu backlink. Adapun beberapa parameter yang dimaksud tersebut adalah sebagai berikut:

Page Authority

Parameter pertama yang digunakan oleh Google untuk menentukan nilai atau kualitas sebuah backlink adalah page authority. Page authority ini adalah nilai otoritas dari sebuah halaman website. Singkatnya, nilai page authority (PA) menunjukkan reputasi dari halaman website tersebut di mata mesin pencari Google.

Semakin tinggi nilai page authority dari sebuah website, maka semakin tinggi pula nilai backlink yang dapat diberikannya kepada sebuah website.

Untuk mengecek nilai page authority ini sendiri, anda dapat menggunakan sejumlah tool SEO seperti Ahrefs, SEMRush atau Moz. Sejumlah tool SEO tersebut memiliki fitur yang memungkinkan anda untuk mengecek nilai page authority (PA) dan Domain Authority (DA) dari sebuah link halaman website.

Alat ini, mungkin tidak benar-benar bekerja sebagaiman Google mengukur nilai tautan. Namun cukup sebagai gambaran kasar. Anda perlu melakukan semacam penelitian lebih lanjut, untuk mengetahui kepastiannya.

Domain Authority

Selain page authority, domain authority juga menjadi parameter yang digunakan Google untuk menentukan kualitas dari sebuah backlink. Semakin tinggi nilai atau skor Domain Authority (DA) dari sebuah website, maka semakin baik kualitas backlink yang diberikan oleh website tersebut.

Singkatnya, backlink dari situs bernilai domain Authority tinggi seperti kumparan, Liputan 6 dan website dengan nilai DA tinggi akan jauh lebih bernilai dibandingkan dengan backlink dari no name blog atau website dengan skor DA rendah.

Untuk mengecek nilai DA dari suatu website, sama halnya dengan mengecek nilai PA Sebelumnya, anda dapat menggunakan sejumlah SEO Tools seperti Ahrefs, Moz dan SEMRush.

Relevansi Website

Tidak hanya tergantung pada nilai PA dan DA, relevansi juga menjadi parameter yang digunakan oleh Google untuk menentukan kualitas backlink. Dalam hal ini, Google menilai kualitas backlink dari relevansinya dengan niche website anda. Sebagai contoh sederhana:

Misalnya, anda memiliki website yang membahas tentang kesehatan. Maka website anda sebaiknya mendapatkan backlink dari website dengan niche yang sama atau berkaitan dengan kesehatan, misalnya olahraga, diet dan lainnya.

Meskipun anda mendapatkan backlink dari website dengan skor PA dan DA tinggi, namun website tersebut tidak memiliki niche relevan dengan website anda, maka Google tidak akan menghitung backlink tersebut.

Hal tersebut langsung diterangkan langsung oleh salah satu engineer Google, Andre Weyher. Dalam suatu kesempatan interview berjudul “ To Please Google With Your SEO, Forget About SEO “, ia sempat menjelaskan bahwa:

“…getting a link from a high PR page used to always be valuable, today it’s more the relevance of the site’s theme in regards to yours, relevance is the new PR.”

Poin utama dari Andre Weyher ini adalah relevansi sumber backlink adalah penting dan telah menjadi New PageRank (PR) untuk Google.

New PageRank, sebenarnya mulai diberlakukan seiring dengan paten Google’s Reasonable Surfer Model yang diajukan pada tahun 2004 lalu. Namun sayangnya, ini jarang dibicarakan oleh banyak pelaku SEO.

Menurut Endar Julian salah satu pakar strategi link building dari Garuda Backlink, Reasonable Surfer Model adalah penyempurnaan dari Random Surfer Model yang asli. Berbasis PageRank lama.

Dimana, sistem ini akan melihat probabilitas berbeda terkait kemungkinan seseorang mengklik link tertentu berdasarkan fitur yang terdapat pada link itu sendiri. Sehingga tautan yang mendapat klik akan lebih besar point PageRank yang terbentuk dari jenis backlink ini.

Fitur backlink dapat mencakup berbagai element, seperti warna, jenis huruf, anchor teks, ukuran dan apa pun yang membuatnya terlihat menonjol.

Intinya adalah, Google ingin melihat berbagai atribut dan bagaimana backlink tersebut dapat memberi pengalaman berharga bagi pengguna. Itu artinya, jika halaman tujuan tautan tidak mampu melakukanya sesuai ekspektasi orang yang melakukan klik, itu juga akan menjadi pertimbangan.

Itulah mengapa, relevansi penting dalam strategi link building.

Posisi Link Di Website Sumber Backlink

Posisi dimana link website anda di letakkan juga menjadi salah satu salah satu kriteria yang digunakan oleh Google untuk menilai kualitas suatu backlink.

Berdasarkan pada banyak ulasan SEO, sebagian besar praktisi SEO menyebutkan bahwa backlink terbaik adalah backlink yang berasal dari badan sebuah konten dianggap lebih berkualitas dibandingkan backlink dari suatu halaman website yang terletak pada sidebar atau footer.

Apakah Link Termasuk Editorially Placed Link?

Editorial placed link atau yang dikenal dengan editorial link adalah salah satu jenis backlink yang memiliki nilai tinggi di mata Google. Editorial link ini sendiri dapat dijelaskan sebagai link halaman website yang dicantumkan secara natural sebagai referensi di sebuah konten artikel oleh penulis yang membuat konten artikel tersebut.

Umumnya, backlink berjenis editorial link diberikan oleh suatu website, dikarenakan halaman konten yang menjadi tujuan link tersebut memang bagus dan layak dijadikan referensi. Sebagai contoh:

Link konten guide “ Link Building For SEO: The Definitive Guide (2021) “ dari backlinko ditautkan sebanyak 6687 kali oleh 2109 domain website yang berbeda.

Dalam hal ini, apakah anda berpikir bahwa backlinko membangun backlink tersebut melalui guest blogging?

Tentu saja tidak, semua backlink tersebut kemungkinan besar adalah editorial link, dikarenakan kualitas konten artikel backlinko yang sangat baik.

Link Anchor Text

Salah satu hal mendasar tentang link building yang anda ketahui adalah google hingga saat ini menjadikan anchor text sebagai ranking signal untuk menentukan peringkat di SERP.

Hal tersebut menjadi dasar mengapa banyak praktisi SEO menggunakan anchor text ketika membangun backlink ke website yang mereka kelola. Anchor text sendiri adalah teks atau frase tertentu yang berisi tautan ke suatu halaman yang relevan dengan teks atau frasa yang digunakan sebagai anchor text tersebut. Sebagai analogi sederhana:

Misalnya, sebuah artikel mengandung anchor text “strategi link building” di dalamnya. Maka Google akan mengidentifikasi link di dalam anchor text tersebut adalah konten yang membahas mengenai strategi link building.

Link Co-Occurrences (Baby Anchor Text)

Ada yang pernah tahu dengan istilah Link Co-Occurrences?.

Jika anda belum pernah mendengar istilah ini, hal tersebut dapat dikatakan cukup wajar. Pasalnya istilah ini lebih banyak digunakan di kalangan praktisi SEO professional luar negeri.

Jika harus dijelaskan dengan singkat, Link Co-Occurrences adalah sebuah teks atau frase yang berhubungan dengan anchor text dan muncul di sekitar anchor text tersebut. Sebagai contoh:

Misalnya, anda menggunakan anchor text Test a take drive di artikel anda. Maka sejumlah kata atau frase yang berhubungan anchor text tersebut seperti Ford, Mustang, New Car, 2017 Model dan lainnya yang muncul di sekitar anchor text (paragraf yang sama), termasuk ke dalam Link Co-Occurrences.

Untuk gambaran lengkapnya, anda dapat melihat ilustrasi yang saya berikan di bawah ini:

Keberadaan Co-Occurrences ini dapat memberikan petunjuk tambahan bagi Google untuk memahami konteks dari link yang anda di dalam anchor text. Sehingga Google pun akan menganggap link di dalam anchor text tersebut sebagai backlink berkualitas. Dalam dunia SEO, Link Co-Occurrences ini juga banyak dikenal dengan istilah “baby anchor text”.

Apakah Link Berasal dari Guest Post?

Guest posting adalah salah satu strategi link building yang banyak digunakan oleh praktisi SEO untuk mendapatkan backlink berkualitas. Namun apakah strategi ini terbilang aman dan diperbolehkan oleh Google?.

Jawabannya, tergantung bagaimana guest blogging tersebut dilakukan…

Backlinko menyebutkan terdapat beberapa hal yang dapat membuat kegiatan guest posting dianggap oleh Google sebagai manipulasi link atau spam. Adapun beberapa hal tersebut adalah sebagai berikut:

  • Membayar pihak website tertentu untuk menerbitkan konten artikel guest posting anda.
  • Menggunakan exact match anchor text, yakni anchor text yang sama atau mirip dengan keyword yang anda gunakan di dalam artikel.
  • Melakukan guest posting yang memang dibuat khusus untuk tujuan guest posting, seperti dummy blog.
  • Melakukan guest posting di website yang tidak memiliki niche relevan dengan website anda.

Dofollow Vs Nofollow

Ketika membangun backlink ke sebuah website (link building), kebanyakan webmaster dan praktisi SEO akan berburu tipe backlink “dofollow’. Hal ini tidaklah salah, dikarenakan Google memang menghitung link dofollow sebagai backlink.

Namun yang menjadi masalah, saat ini masih banyak yang terjebak dengan mitos SEO lama yang menyebutkan bahwa Google tidak menghitung link nofollow sebagai backlink. Hal ini membuat banyak praktisi SEO dan webmaster mulai mengabaikan link nofollow.

Google Menghitung Link Nofollow Sebagai Backlink

Padahal, faktanya, semenjak Google merilis NoFollow 2.0 changes, Google telah mengubah caranya dalam menangani link nofollow. Singkatnya, saat ini Google menghitung link nofollow sebagai backlink ke suatu website.

Namun tentu saja, Google tetap akan menilai kualitas dari link nofollow tersebut. Google akan menilai sebuah backlink nofollow berkualitas rendah, apabila terdapat indikasi spam atau manipulasi link di dalamnya.

Oleh karena itu, selain membangun tipe backlink dofollow ke website anda, anda juga harus mempertimbangkan membangun backlink nofollow ini. Tentu saja, backlink nofollow ini harus dibangun dengan cara proper dan tidak terkesan spam.

Contoh Cara Membangun Backlink Nofollow

Sebagai contoh:

Anda dapat membangun backlink nofollow ini dengan menjawab pertanyaan di forum atau komunitas yang relevan dengan website anda.

Dalam hal ini, anda dapat menjawab pertanyaan dari member di forum atau komunitas dimana anda bergabung dan kemudian meninggalkan link referensi ke halaman konten anda untuk mendukung jawaban anda.

Link nofollow sendiri bukan hanya dapat menjadi backlink untuk website anda, namun juga dapat mendatangkan banyak traffic kunjungan. Telah banyak studi kasus dimana link nofollow sangat potensial mendatangkan massive traffic ke sebuah website.

Kesimpulan

Backlink menjadi kunci penting untuk mendapatkan peringkat tinggi di SERP Google. Untuk itulah membangun backlink berkualitas menjadi salah satu langkah optimasi SEO Off Page yang tidak boleh diabaikan oleh seorang webmaster dan juga penggiat SEO.

Seperti yang saya jelaskan di awal, semakin banyak backlink berkualitas yang dimiliki sebuah halaman website, maka website tersebut akan berpotensi tinggi mendapatkan peringkat tinggi di halaman pertama SERP Google.

Dari ulasan saya di atas, secara garis besar kriteria backlink berkualitas dapat dijelaskan sebagai backlink yang:

  • Berasal dari situs dengan nilai PA dan DA tinggi.
  • Relevan dengan niche website anda.
  • Berada di dalam konten artikel.
  • Termasuk ke kategori editorial link.
  • Diberikan menggunakan anchor text.
  • Didukung oleh baby anchor text.
  • Didapat dari guest blog yang dilakukan secara natural.

Itulah sedikit ulasan mengenai ciri atau kriteria backlink berkualitas untuk sebuah website. Saya harap ulasan ini dapat membantu anda dalam melakukan link building dan meningkatkan peringkat website anda di SERP Google.

Originally published at https://www.linkedin.com.

Saya adalah pekerja di https://www.garuda.website/ sebuah web developer dan Jasa SEO Profesional. Saya menyukai proses pekerjaan dalam optimasi website

Saya adalah pekerja di https://www.garuda.website/ sebuah web developer dan Jasa SEO Profesional. Saya menyukai proses pekerjaan dalam optimasi website